Pulau Jawa Terbelah Dua, Inilah Ramalan Jayabaya dan Letusan Gunung Semeru, Ada Kaitannya dengan Krakatau?


 

Jawa terbelah dua, inilah ramalan Jayabaya yang mencuat di tengah letusan Gunung Semeru.

Setelah Gunung Semeru meletus pada Sabtu 4 Desember 2021, mencuat ramalan Jayabaya tentang Pulau Jawa terbelah dua Berbagai keanehan dalam meletusnya Gunung Semeru, langsung dikaitkan dengan ramalan Jayabaya tentang Pulau Jawa terbelah dua.

Berbagai keanehan dalam meletusnya Gunung Semeru, langsung dikaitkan dengan ramalan Jayabaya tentang Pulau Jawa terbelah dua

Inilah ramalan Jayabaya tentang Pulau Jawa terbelah dua yang dikaitkan dengan meletusnya Gunung Semeru.

Letusan Gunung Semeru ini memuntahkan asap pekat berwarna abu hingga langit berubah gelap, dan membuat suasana di wilayah di kaki gunung tersebut mencekam.

Hujan abu yang berasal dari letusan Gunung Semeru berketinggian 3.676 meter menghujani Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Namun apa kaitannya letusan Gunung Semeru dengan ramalan Jayabaya bahwa Pulau Jawa terbelah dua?.

Pulau Jawa terbelah dua, ternyata berangkat dari isi ramalan Jayabaya pada bait ke-164 yang memuat kalimat:

“…nugel Tanah Jawa kaping pindho…”

Artinya adalah ‘mematahkan Pulau Jawa kedua kali’.

Ada kepercayaan bahwa Pulau Jawa pernah terbelah, saat pulau padat penduduk ini masih bergabung dengan Sumatera.

Gunung yang letusannya membelah daratan menjadi Pulau Jawa dan Sumatera ini, adalah Gunung Krakatau.

Namun kemungkinan Pulau Jawa terbelah dua, sebenarnya bukan ramalan baru.

Akan tetapi, sudah lama terdengar, terutama di daerah yang berbatasan dengan Gunung Slamet.

Konon katanya, Pulau Jawa akan terbelah dua manakala meletus Gunung Slamet.

Terletak di Jawa Tengah, Gunung Slamet yang berdekatan berdekatan dengan Gunung Semeru, merupakan gunung berapi yang masih aktif.

Gunung Slamet yang tidak selalu tenang, namun tak pernah meletus besar-besaran.

Secara turun temurun, para orang tua di kawasan itu menyebutkan bahwa jika suatu ketika Gunung Slamet meletus, maka Pulau Jawa terbelah dua.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama